Press Release

Maret, 15 2012

11 November 2008

Pengembangan Riset Untuk Mengangkat Potensi Obat Herbal Indonesia
RISET MENIRAN-STIMUNO RAIH BJ HABIBIE TECHNOLOGY AWARD 2008

Oleh:
DR.Drs. Suprapto Ma'at, Apoteker, MS
Bagian Patologi Klinik Fakultas Kedokteran,
Universitas Airlangga Surabaya

Habibie Award 2008

RISET MENIRAN-STIMUNO RAIH BJ HABIBIE TECHNOLOGY AWARD 2008. Pada 20 Agustus 2008, di Gedung BPPT Jakarta, menyerahkan penghargaan Habibie Award 2008, kepada DR. Drs. Suprapto Ma'at, Apoteker, MS atas risetnya yang aplikatif dari tanaman Meniran untuk Stimuno.

Habibie Award diberikan dalam rangka mendorong dan menggerakkan percepatan upaya pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia yang berkualitas, dan untuk memberikan apresiasi bagi mereka yang dinilai sangat aktif dan berjasa besar dalam menemukan, mengembangkan , dan menyberluaskan berbagai kegiatan IPTEK yang baru (>innovative) serta bermanfaat secara berarti (significant) bagi peningkatan kesejahteraan, keadilan, dan perdamaian. Habibie Award diberikan sejak 1999 oleh yayasan SDM-IPTEK.

Bidang-bidang IPTEK yang dapat memperoleh Habibie Award adalah: Ilmu Dasar, Ilmu Kedokteran dan Bioteknologi, Ilmu Rekayasa, Ilmu Sosial, Ekonomi, Politik, dan Hukum, Ilmu Filsafat, Agama dan Kebudayaan.

Penilaian karya yang diunggulkan adalah: Merupakan kegiatan IPTEK baru (innovative), memiliki aspek manfaat bagi kesejahteraan dan perdamaian. Aktif mengembangkan dan menyebarkan karyanya, Mendapat pengakuan baik tingkat nasional maupun internasional.

Pengajuan calon penerima Habibie Award dapat dilakukan oleh Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), Dewan Riset Nasional (DRN, Perguruan Tinggi Negeri atau Swasta, Lembaga Ilmu Pngetahuan atau Badan Riset, Organisasi Profesi atau Cendekiawan, Kamar Dagang dan Industri. Perwakilan/Kedutaan Besar RI di Luar Negeri maupun perseorangan.

 

Potensi Obat Herbal

Pasar obat herbal di Indonesia pada 2010, diperkirakan menembus angka Rp.7.2 Triliun. Satu indikasi, makin kuatnya minat mengkonsumsi obat dan suplemen kesehatan yang terbuat dari herbal.

Besarnya potensi pasar obat & suplemen herbal di Indonesia ini, didukung sumber daya alam yang berlimpah. Keaneka ragaman hayati di bumi pertiwi ini, menduduki peringkat dua dunia. Tdak kurang 30.000 spesies tumbuhan yang ada di Indonesia, dan 940 diantaranya diketahui berkhasiat sebagai obat.

Adanya sumber daya tanaman obat yang berlimpah, tentunya menjadi keunggulan komparatif bagi Indonesia. Persoalannya sekarang adalah, bagaimana keunggulan ini secara ekonomis dapat dimanfaatkan untuk menyehatkan bangsa.

Keunggulan komparatif melalui pengembangan obat asli Indonesia (Indonesian indigenous herbal medicines) harus dikelola, agar memenuhi tiga kriteria dasar yaitu: layak pakai iptek (scientific and technologically viable), layak ekonomis (economically feasible) dan diterima oleh masyarakat luas termasuk masyarakat profesi kesehatan (socially acceptable).

Obat alami merupakan potensi nasional yang perlu terus didorong pemanfaatan dan pengembangannya. Obat herbal (herbal medicines) telah menjajdi komoditas utama dalam bidang kefarmasian, ditandai dengan makin meningktnya nilai ekonomi dan komoditas tersebut. Hal ini dapat dilihat dengan makin meningkatnya pasar prosuk obat alami sebagai salah satu bentuk reaksi pasar terhadap kencenderungan masyarakat global untuk kembali ke alam (back to nature).

Pengembangan Riset Meniran - STIMUNO

Dalam pengembangannya, sediaan obat alami ada tiga prinsip utama yang harus dipenuhi yaitu Quality-Safety-Efficacy (mutu-aman-manfaat). Oleh karena itu peran teknologi sangat penting dalam pengembangan produk obat alami tersebut, muali dari hulu sampai hilir (budidaya dan paska panen tanaman obat ekstraksi, uji farmakologi dan formulasi sediaan). Dengan dukungan teknologi yang tepat, maka mutu obat alami akan meningkat dengan peningkatan pasar.

Belum banyak diketahui orang awam adalah sistem imun tubuh atau dikenal juga sebagai sistem pertahanan tubuh, tujuannya untuk mempertahan keutuhan tubuh sebagai perlindungan terhadap bahan-bahan berbahaya, termasuk bakteri, virus, jamur, dan bahan berbahaya lainnya.

Sistem imun tubuh terdiri dari banyak macam “tentara” imun, mulai dari yang bersifat fisik/mekanik, seperti: kulit, selaput lendir, silia, batuk, dan bersin. Ada yang berbentuk bahan larut dalam tubuh, seperti; asam lambung, lisosims, laktoferin, dll. Adapula yang terlarut dalam darah, seperti: komplemen, interferon dan C reactive protein.

Komponen lain yang terpenting adalah sel-sel yang ada di dalam darah yang dikenal sebagai darah putih atau leukosit. Semua komponen tersebut akan bekerja secar aserentak manakala tubuh mendapatkan serangan dari penyakit yang berasal dari luar tubuh atau bisa juga dari dalam tubuh kita sendiri.

Kerja sistem imun tubuh secara sederhana:

  • Sistem pertahanan pertama (awal): contohnya kulit, rambut di kulit, air mata
  • Sistem pertahanan non spesifik (alamiah): ini adalah sistem yang paling cepat bereaksi ketika ada serangan virus, bakteri, atau mikroba dari luar. Contohnya: fagositisis, komplemen, Lisis/Sitolisis.
  • Sistem Pertahanan Spesifik (dapatan): sistem ini baru bekerja ketika perlawanan sistem imun alami kita tidak cukup dan bekerja menurut jenis serangan virus atau bakteri yang terjadi. Yang bekerja di sistem ini adalah Limfosit T&B . Hasil kerja sistem inilah yang berbentuk antibodi (IgG dan IgM), Sitolisis.

Bnyak faktor yang dapat mengakibatkan sistem imun terganggu, diantaranya: stres, kurang gizi, terlalu lelah, dsb. Untuk mengatasinya diperlukan polahidup sehat, antara lain: cukup istirahat, makanan bergizi seimbang, tidak stress, menghindari lingkungan yang dapat mengakibatkan sakit, dan kalau perlu mengkonsumsi obat yang menguatkan sistem imun/sistem imun tubuh.

Imunomodulator berperan membuat sistem imun lebih aktif dalam menjalankan fungsinya menguatkan sistem imun tubuh (imuno stimulator) sehingga kekebalan atau daya tahan tubuh kita selalu optimal menjaga kita tetap sehat ketika diserang virus, bakteri, atau mikroba lainnya.

Salah satu imunomodulator yang telah teruji klinis dengan baik (sekitar 15 uji klinis yang telah dilakukan) adalah STIMUNO. STIMUNO telah memperoleh sertifikat FITOFARMAKA dari BPOM karena telah terstandarisasi dan telah lolos uji preklinis, dan uji klinis. STIMUNO terbuat dari ekstrak Phyllanti (meniran)

STIMUNO adalah imunostimulator, artinya merangsang sistem imun agar fungsi dan aktifitasnya meningkat, yang bearti membuat sistem imun “on orepare state”, siap bekerja optimal menghadapi invasi mikroba maupun menanggulangi keganasan/kanker.

STIMUNO digunakan sebagai:

  • Terapi adjuvant pada pengobatan infeksi yang membandel, seperti infeksi jamur, infeksi bakteri, intraseluler, inveksi virus dan penyakit infeksi kronis lainnya. (terapi adjuvant= terapi tambahan pada pengobatan standard, misalnya pasien diberi antibiotika + stimuno.)
  • Terapi adjuvant untuk pengobatan kanker, disamping memperkuat otot kanker, Stimuno dapat mengurangi efek samping (pengobatan kanker/kemoterapi, radioterapi & pembedahan)
  • Pada kondisi lingkungan yang tidak bersahabat, misalnya musim pancaroba, demam berdarah, konjungtivitas, dan lain-lain. Stimuno membuat sistem imu n “on prepare state”.
  • Ada anak-anak yang sistem imunnya lambat berkembang sehingga mudah sakit (“gopok” bahasa Jawa), Stimuno bermanfaat untuk memulihkan kondisi sistem imun sehingga tidak mudah sakit.