News Update
» News Update Index
• Terapi Ajuvan Kanker Kolorektal? Sebuah Perjalanan Sejarah dalam Kemoterapi Kanker Usus Besar
29-07-2010
Kanker usus besar atau kanker kolorektal (KKR) adalah keganasan yang termasuk dalam urutan 10 kanker terbanyak di dunia. Dari semua jenis kanker yang ada, kanker kolorektal (KKR) merupakan penyebab kematian kedua dan di dunia menempati urutan ke-4, dengan jumlah laki-laki sedikit lebih banyak daripada wanita dengan perbandingan sebesar 19,4 dan 15,3 per 100.000 penduduk.
Kejadiannya ditemukan paling banyak di Amerika Utara, Australia, Selandia Baru dan sebagian di Eropa (Eropa Barat yang sudah masuk kategori negara-negara maju/ developed countries), namun seiring dengan meningkatnya kondisi sosioekonomi negara berkembang termasuk Indonesia, serta adanya kecenderungan "westernisasi" pada pola makan, kanker ini perlahan menanjak mejadi salah satu dari sepuluh kanker tersering. Di Indonesia, kanker ini menjadi semakin penting untuk diwaspadai karena menyerang lebih dari 30% kaum muda (umur kurang dari 40 tahun, dibandingkan dengan 3% di negara barat/maju).
Jelas bahwa beban sosial dari KKR ini sangat besar terutama bagi negara seperti Indonesia. Sungguhpun demikian, dua dasawarsa terakhir ini menjadi saksi akan kemajuan yang sangat pesat pada pengembangan terapi di dunia, di mana kemajuan dalam teknik bedah serta pemahaman akan perangai kanker ini telah meningkatkan angka harapan hidup lima tahun (five-year survival rate) dari 50% menjadi 63% secara keseluruhan untuk semua stadium. Peningkatan ini juga tidak terlepas dari ditemukannya obat sitostatika oxaliplatin dan irinotecan dalam suatu pendekatan multimodalitas yang multidisipliner, serta deteksi dini.
Pada tahun 1998 Saltz melaporkan irinotecan, yang disarikan dari kulit pohon sejenis pinus, sebagai obat baru yang bila ditambahkan pada protokol FUFA, kemudian disusul oleh oxaliplatin, sebuah obat dengan tambahan dasar platinum. Penemuan-penemuan ini telah terjadi dengan sangat cepat, kemudian disusul oleh capecitabine dan berbagai obat biologi (semuanya dalam kurun waktu kurang dari lima tahun), sehingga para klinisi sibuk melakukan penelitian-penelitian dalam menilai keefektivitasannya.
Irinotecan adalah suatu derivat semisintetik dari alkaroid alami camptothecine yang dirubah menjadi SN-38113 oleh enzim karboksilase. Dengan penghambatan terhadap topoismerase-I, yaitu sebuah enzim katalisator pengatur replikasi DNA, zat ini menyebabkan fragmentasi dan apoptosis sel kanker tersebut.
Penelitian-penelitian randomisasi menunjukkan perbaikan waktu hingga progresi (progression free survival) dalam harapan hidup (overall survival) bila irinotecan ditambahkan pada protokol yang mengandung 5-FU, baik secara infus (FOLIFIRI) maupun bolus (IFL).
Belakangan ini, diketahui bahwa protokol tersebut menghasilkan angka harapan hidup yang lebih baik daripada penambahan terhadap capecitabine (CAPIRI atau XELIRI) sehingga terapi infus menjadi cara yang lebih banyak diterima.
Berdasarkan hasil-hasil yang menggembirakan di atas, diantisipasi bahwa irinotekan dianggap sebagai kombinasi utama melawan kanker kolorektal. Namun kemudian tiga penelitian susulan menunjukkan toksisitas obat ini sehingga untuk beberapa tahun kemudian hanya diberikan sebagai tambahan bagi protokol untuk KKR stadium lanjut atau metastatik.
Oxaliplatin merupakan suatu senyawa platinum yang membentuk tambahan (adduct) DNA, menyebabkan gangguan terhadap replikasi dan apoptosis sel. Pada pasien KKR metastasis di mana obat ini pertama kali diuji, menunjukkan hasil harapan hidup yang lebih baik bila ditambahkan pada FUFA, dan dari hasil studi keamanannya neuropati perifer merupakan efek samping yang diamati yang membawa oxaliplatin sebagai obat pilihan pada terapi adjuvans pada (KKR).
Manfaat utama dari terapi ajuvan pada kanker kolorektal, pada akhirnya, adalah untuk secara bermakna menurunkan risiko rekurensi yang secara bermakna kira-kira sebesar 20%. Dengan hasil rangkuman penelitian selama ini, situasi saat ini adalah bahwa dengan kemoterapi kanker kolorektal berbasis 5-FU yang dikombinasi dengan oxaliplatin maupun irinotecan, kanker kolorektal (stadium II dan III dapat disembuhkan).
Dikutip dari artikel berjudul Apakah Oxaliplatin atau Irinotecan yang Digunakan sebagai Terapi Ajuvan Kanker Kolorektal?: Sebuah Perjalanan Sejarah dalam Kemoterapi Kanker Usus Besar, yang ditulis oleh Aru Wisaksono Sudoyo, Bagian Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, seperti dimuat di majalah MEDICINUS edisi Juni-Agustus 2010, hal. 4. Artikel selengkapnya dapat dilihat di sini.