Transformasi teknologi kesehatan merupakan bagian dari pilar transformasi kesehatan yang didorong oleh pemerintah Indonesia. Di tengah perkembangan dunia kesehatan yang dinamis, inovasi perlu terus diupayakan untuk menghasilkan solusi dan menjangkau pelayanan kesehatan untuk menjangkau masyarakat luas. Untuk itu, Dexa Group berkontribusi mendorong anak bangsa untuk berkontribusi menciptakan solusi teknologi di bidang kesehatan melalui Dexa Group Hackathon for Talent Catch 2023.

Dexa Group Hackathon for Talent Catch atau Digihatch 2023 merupakan ajang kompetisi inovasi teknologi di industri farmasi yang terbuka untuk para mahasiswa dari universitas terbaik di Indonesia. Bertemakan “The Future Is Now”, Digihatch 2023 mendorong para future-ready IT leaders untuk berinovasi menciptakan solusi teknologi untuk saat ini hingga masa depan.

Direktur Medela Potentia Bapak Wimala Widjaja mengatakan penyelenggaraan Digihatch 2023 sesuai dengan core purpose Dexa Group yakni Expertise for The Promotion of Health. Program ini juga memberikan kesempatan untuk para generasi muda untuk berinovasi dan mengimplementasikan solusi untuk permasalahan nyata di industri, khususnya industri kesehatan.

“Jadi kita melihat ke depannya di dalam Dexa Group perlu banyak diisi profesional muda dan pemimpin muda yang bisa merealisasikan inovasi digital menjadi keunggulan bersaing sehingga perusahaan terus berkembang dan relevan sepanjang zaman. Dari digitalisasi kita akan menghasilkan banyak data, big data menjadi the new oil untuk masa depan dalam menjawab tantangan di industri 4.0 bahkan 5.0. Terus semangat berinovasi untuk masa depan,” kata Bapak Wimala pada Seremoni Digihatch 2023 di Jakarta, Selasa 28 November 2023.

Head of System and Operations Dexa Group Bapak Suratman menjelaskan bahwa Digihatch 2023 memberikan mentoring atau pelatihan kepada para mahasiswa untuk memberikan solusi dalam membangun sistem manajemen transportasi cerdas untuk distributor farmasi. Kompetisi ini diikuti oleh mahasiswa dari universitas terbaik, di antaranya Institut Teknologi Bandung (ITB), Universtas Gadjah Mada, dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

“Digihatch dimulai sejak September dari sosialisasi di berbagai universitas di Indonesia. Kita memberikan use case yang real di industri dan adakan seleksi dan mentoring. Keunggulan Hackathon ini adalah Dexa Group melakukan proses mentoring agar para peserta memahami bagaimana menciptakan solusi untuk korporasi dan industri. Untuk para generasi muda, jangan berhenti berinovasi dan memberikan value untuk masyarakat,” ujar Bapak Suratman.

Dalam acara ini juga dilakukan sharing session bersama Lead Country Engineering Microsoft Indonesia Bapak Irving Hutagalung dengan topik “The Art of Scalability: The Scalable Architecture for Future Tech.”

“Salah satu tantangan dalam bidang IT adalah bidang ini bergerak dengan sangat cepat, perubahan cepat ini mendorong kita untuk harus belajar setiap hari dan terus berinovasi. Dengan demikian, para generasi muda harus terus berinovasi menciptakan solusi-solusi teknologi yang relevan baik kini hingga masa depan,” kata Bapak Irving.

dexagroup digihatch 4 dexagroup digihatch 5 dexagroup digihatch 6

Sejak dibuka 18 September 2023 dan ditutup pada 17 Oktober 2023, Digihatch diikuti oleh puluhan pendaftar dari beberapa universitas seperti Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Proposal proyek hingga babak penjurian diseleksi ketat oleh para ahli yang kredibel Adapun tim pemenang program Digihatch 2023 yang ketiganya berasal dari ITB:

1. Reswara Trista Aulia Candrakanti, Karina Rahadiani, dan Ardhan Nur Urfan dengan ide proyek MediGuard.
2. Aloysius Gilang Pramudya, Brianaldo Phandiarta, dan Kent Liusudarso dengan ide proyek Sentinels.
3. Muhammad Tito Prakasa, Fayza Nadia, dan Muhammad Fikri Ranjabi dengan ide proyek Dexa Swift.