top of page

Esoferr 40 mg

placeholder.png

Indonesia

Ferron Par Pharmaceuticals

Obat Generik Bermerek

Esoferr 40 mg

placeholder.png

Indonesia

Ferron Par Pharmaceuticals

Obat Generik Bermerek

​

Indikasi

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

  • Pengobatan refluks esofagitis erosif

  • Penanganan jangka panjang pada pasien dengan esofagitis yang telah sembuh untuk mencegah kekambuhan

  • Pengobatan gejala penyakit gastroesophageal reflux disease (GERD)


Sebagai kombinasi dengan rejimen terapi antibakteri yang sesuai untuk eradikasi Helicobacter pylori

Mengobati ulkus duodenum yang berhubungan dengan Helicobacter pylori


Pasien yang memerlukan terapi AINS lanjutan

  • Pengobatan ulkus lambung yang disebabkan oleh terapi AINS

  • Pencegahan ulkus lambung dan duodenum yang disebabkan oleh terapi AINS pada pasien yang memiliki risiko. Pasien dianggap memiliki risiko karena usia (> 60 tahun) dan terdokumentasi memiliki riwayat ulkus peptik. Studi klinis terkontrol yang tersedia tidak diperpanjang melebihi 6 bulan


Pengobatan untuk sindrom Zollinger-Ellison

Komposisi

Esomeprazole 40 mg

Kemasan

3 blister berisi masing-masing 10 kapsul

Bentuk Sediaan

Kapsul Lepas Tunda

Rasa

​

Klasifikasi ATC

A02B - Drugs for peptic ulcer and gastro-oesophageal reflux disease (gord)

Laman

Perhatian

ALKOHOL

Konsultasikan ke Dokter Anda

Keamanan item ini untuk digunakan bersamaan dengan alkohol belum ditetapkan.

Alat Berat

Konsultasikan ke Dokter Anda

Keamanan item ini untuk digunakan saat mengoperasikan alat berat belum ditetapkan.

Masa kehamilan

Hati-Hati

Item ini mungkin tidak aman digunakan selama masa kehamilan. Gunakan dengan hati-hati dan setelah berkonsultasi dengan dokter.

Menyusui

Tidak Direkomendasikan

Item ini tidak aman digunakan selama menyusui.

Pencegahan

​

Dosis

0 Sampai 11 Tahun

Esomeprazole sebaiknya tidak digunakan pada anak berusia di bawah 12 tahun karena tidak tersedia data.


12 Sampai 18 Tahun

Pengobatan simptomatik penyakit refluks gastroesofageal (GERD):

20 mg sekali sehari pada pasien tanpa esofagitis. Jika kontrol gejala belum tercapai setelah empat minggu, pasien harus diperiksa lebih lanjut. Setelah gejala mereda, kontrol gejala selanjutnya dapat dicapai dengan menggunakan 20 mg sekali sehari, di bawah pengawasan medis.


18 Tahun ke Atas

Pengobatan refluks esofagitis erosif:

40 mg sekali sehari selama 4 minggu. Tambahan 4 minggu pengobatan direkomendasikan bagi pasien yang esofagitisnya belum sembuh atau yang memiliki gejala persisten.


Esomeprazole 40 mg hanya boleh diberikan untuk pasien dengan kerusakan mukosa derajat C dan D di bawah sistem klasifikasi LA, yang derajatnya harus dikonfirmasi melalui diagnosis endoskopi atau radiologi. Pasien GERD dengan esofagitis erosif derajat A dan B direkomendasikan untuk diobati dengan esomeprazole 20 mg.


Penanganan jangka panjang pada pasien dengan esofagitis yang telah sembuh untuk mencegah kekambuhan:

20 mg sekali sehari.


Pengobatan simptomatik penyakit refluks gastroesofageal (GERD):

20 mg sekali sehari pada pasien tanpa esofagitis. Jika kontrol gejala belum tercapai setelah empat minggu, pasien harus diperiksa lebih lanjut. Setelah gejala mereda, kontrol gejala selanjutnya dapat dicapai menggunakan 20 mg sekali sehari. Pada orang dewasa, rejimen sesuai kebutuhan (on-demand) dengan meminum 20 mg sekali sehari, saat diperlukan, dapat digunakan. Pada pasien yang diobati AINS dengan risiko timbulnya ulkus lambung dan duodenum, kontrol gejala selanjutnya menggunakan rejimen sesuai kebutuhan tidak direkomendasikan.


Dalam kombinasi dengan rejimen terapi antibakteri yang sesuai untuk eradikasi Helicobacter pylori:


Penyembuhan ulkus duodenum yang berhubungan dengan Helicobacter pylori:

20 mg esomeprazole dengan 1 g amoksisilin dan 500 mg klaritromisin, semuanya dua kali sehari selama 7 hari.


Pasien yang memerlukan terapi AINS lanjutan:

Penyembuhan ulkus lambung yang berhubungan dengan terapi AINS:

Dosis lazim adalah 20 mg sekali sehari. Durasi pengobatan adalah 4–8 minggu.


Pencegahan ulkus lambung dan duodenum yang berhubungan dengan terapi AINS pada pasien berisiko:

20 mg sekali sehari.


Pengobatan sindrom Zollinger-Ellison:

Dosis awal yang direkomendasikan adalah esomeprazole 40 mg dua kali sehari. Dosis kemudian harus disesuaikan secara individual dan pengobatan dilanjutkan selama diindikasikan secara klinis. Mayoritas pasien dapat dikontrol pada dosis antara 80 hingga 160 mg esomeprazole setiap hari. Dengan dosis di atas 80 mg setiap hari, dosis harus dibagi dan diberikan dua kali sehari.


Gangguan Fungsi Ginjal

Penyesuaian dosis tidak diperlukan pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal. Karena terbatasnya pengalaman pada pasien dengan insufisiensi ginjal berat, pasien tersebut harus diobati dengan hati-hati.


Gangguan Fungsi Hati

Penyesuaian dosis tidak diperlukan pada pasien dengan gangguan hati ringan hingga sedang. Untuk pasien dengan gangguan hati berat, dosis maksimal 20 mg esomeprazole tidak boleh dilampaui.

Data Produk

* Untuk informasi produk lebih lengkap, lihat leaflet dalam kemasan.

Memuat produk...

bottom of page