top of page

Fostimon 75 IU

placeholder.png

Indonesia

Dexa Medica

Obat Generik Bermerek

Fostimon 75 IU

placeholder.png

Indonesia

Dexa Medica

Obat Generik Bermerek

​

Indikasi

  • Anovulasi (termasuk sindrom ovarium polikistik, PCOS) pada wanita yang tidak responsif terhadap pengobatan dengan clomifene citrate.

  • Hiperstimulasi ovarium terkendali untuk menginduksi perkembangan beberapa folikel dalam Teknologi Reproduksi Berbantu (ART) seperti fertilisasi in vitro (IVF), gamete intrafallopian transfer (GIFT), dan zygote intrafallopian transfer (ZIFT).

Komposisi

Satu vial mengandung 75 IU urofollitropin (hormon perangsang folikel/FSH); 1 ml larutan yang dilarutkan mengandung 75 IU, 150 IU, 225 IU, 300 IU, 375 IU, atau 450 IU urofollitropin ketika masing-masing 1, 2, 3, 4, 5, atau 6 vial produk dilarutkan dalam 1 ml pelarut.

Kemasan

Dus, 1 vial x 75 IU dan 1 ampul pelarut x 1 ml

Bentuk Sediaan

Serbuk Injeksi

Rasa

​

Klasifikasi ATC

G03G - Gonadotropins and other ovulation stimulants

Laman

Perhatian

ALKOHOL

Konsultasikan ke Dokter Anda

Keamanan item ini untuk digunakan bersamaan dengan alkohol belum ditetapkan.

Alat Berat

Konsultasikan ke Dokter Anda

Keamanan item ini untuk digunakan saat mengoperasikan alat berat belum ditetapkan.

Masa kehamilan

Tidak Direkomendasikan

Item ini tidak boleh digunakan selama masa kehamilan.

Menyusui

Tidak Direkomendasikan

Item ini tidak aman digunakan selama menyusui.

Pencegahan

Penyuntikan secara mandiri hanya boleh dilakukan oleh pasien yang termotivasi, terlatih, dan memiliki informasi yang cukup. Sebelum penyuntikan secara mandiri, pasien harus diperlihatkan cara melakukan penyuntikan subkutan, menunjukkan tempat penyuntikan dapat dilakukan, dan cara mempersiapkan larutan yang akan disuntikkan. Penyuntikan pertama Fostimon harus dilakukan di bawah pengawasan tenaga medis langsung. Pada pasien dengan hipersensitivitas terhadap gonadotropin, reaksi anafilaksis dapat terjadi. Pada pasien ini, penyuntikan pertama Fostimon harus dilakukan oleh dokter di tempat yang memiliki fasilitas untuk resusitasi kardiopulmoner/jantung paru.


Sebelum memulai pengobatan, infertilitas pasangan harus dinilai dan kontraindikasi kehamilan harus dievaluasi. Secara khusus, pasien harus dievaluasi untuk hipotiroidisme, defisiensi adrenokortikal, hiperprolaktinemia, dan tumor kelenjar pituitari atau hipotalamus, yang mana pengobatan spesifik yang tepat harus diberikan.

Dosis

Pengobatan dengan Fostimon harus dimulai di bawah pengawasan dokter yang berpengalaman dalam menangani masalah infertilitas. Terdapat variasi antar- dan intraindividu yang besar dalam respons ovarium terhadap gonadotropin eksogen. Hal ini membuat skema dosis yang seragam tidak dapat ditetapkan. Oleh karena itu, dosis harus disesuaikan secara individual tergantung pada respons ovarium. Hal ini memerlukan ultrasonografi dan juga pemantauan kadar estradiol.


Anovulasi (termasuk SOPK)

Tujuan pengobatan dengan FOSTIMON adalah untuk mendapatkan satu folikel de Graaf matang, dari folikel tersebut ovum akan dilepaskan setelah pemberian human chorionic gonadotropin (hCG). FOSTIMON dapat diberikan melalui injeksi harian. Pada pasien yang masih mengalami menstruasi, pemberian FOSTIMON harus dimulai dalam 7 hari pertama siklus menstruasi, dimulai pada dosis 75 hingga 150 IU FSH per hari dan ditingkatkan apabila diperlukan sebesar 37,5 IU (hingga 75 IU), dengan interval 7 atau 14 hari guna mencapai respons yang adekuat namun tidak berlebihan. Dosis harian maksimum FSH pada umumnya tidak melebihi 225 IU.


Stimulasi Ovarium Terkendali sebagai bagian dari ART

Dalam protokol yang umum digunakan, pemberian FOSTIMON dimulai kira-kira dua minggu setelah dimulainya penggunaan agonis GnRH, kemudian dilanjutkan hingga perkembangan folikel yang adekuat tercapai. Sebagai contoh, setelah dua minggu penekanan hipofisis dengan agonis, 150 hingga 225 IU FSH diberikan selama tujuh hari pertama. Dosis kemudian disesuaikan berdasarkan respons ovarium pasien, yang biasanya tidak melebihi 450 IU per hari. Perkembangan folikel yang adekuat biasanya tercapai rata-rata sekitar hari kesepuluh stimulasi (5 hingga 20 hari). Apabila respons yang optimal telah diperoleh, satu kali injeksi hCG sebesar 5.000 IU hingga 10.000 IU diberikan 24 hingga 48 jam setelah injeksi FOSTIMON terakhir, untuk menginduksi pematangan folikel akhir. Pengambilan oosit dilakukan 34–35 jam kemudian.

Data Produk

* Untuk informasi produk lebih lengkap, lihat leaflet dalam kemasan.

Memuat produk...

bottom of page