Cefratam
Indikasi
Terapi Tunggal
Cefratam diindikasikan untuk pengobatan infeksi berikut, ketika disebabkan oleh organisme yang sensitif:
- Infeksi saluran pernapasan atas dan bawah
- Infeksi saluran kemih atas dan bawah
- Peritonitis, cholecystitis, cholangitis, dan infeksi intraabdomen lainnya
- Infeksi kulit dan jaringan lunak
Terapi Kombinasi
Oleh karena spekrum aktivitas Cefratam yang luas, sebagian besar infeksi dapat diatasi dengan adekuat menggunakan antibiotik ini saja. Akan tetapi, Cefratam dapat digunakan bersamaan dengan antibiotik lainnya apabila kombinasi tersebut diindikasikan. Apabila digunakan aminoglikosida (lihat bagian inkompatibilitas aminoglikosida), fungsi ginjal harus dipantau selama terapi (lihat bagian dosis dan cara pemberian penggunaan pada disfungsi ginjal).
Komposisi
- Cefoperazone sodium 1.000 mg
- Sulbactam sodium 500 mg
Kemasan
Bentuk Sediaan
Klasifikasi ATC
Perhatian
Dosis
1 Bulan Sampai 18 Tahun
Dosis harian Cefratam yang disarankan untuk anak-anak adalah 40-80 mg/kg/hari. Dosis diberikan setiap 6 sampai 12 jam dalam dosis terbagi rata. Pada infeksi serius atau refrakter, dosis dapat ditingkatkan hingga 160 mg/kg BB/hari dengan rasio 1:1, dosis ini diberikan dalam 2 sampai 4 dosis terbagi rata
18 Tahun ke Atas
Dosis harian yang direkomendasikan untuk Cefratam adalah 2-4 g. Dosis harus diberikan setiap 12 jam dalam dosis terbagi yang sama.
Pada infeksi berat atau refrakter, dosis harian Cefratam dapat ditingkatkan menjadi 8 g dengan rasio 1:1 (aktivitas cefoperazone sebesar 4 g). Pasien yang menerima obat dengan rasio ini mungkin memerlukan tambahan cefoperazone yang diberikan secara terpisah. Dosis harus diberikan setiap 12 jam dalam dosis terbagi rata.
Dosis harian maksimum sulbactam yang disarankan adalah 4 g.
Sampai Usia 1 Bulan
Pada neonatus berusia 1 minggu, Cefratam diberikan setiap 12 jam. Dosis harian maksimum sulbactam pada anak tidak boleh melebihi 80 mg/kg BB/hari. Jika diperlukan dosis Cefratam dengan aktivitas cefoperazone yang lebih dari 80 mg/kg BB/hari, penambahan cefoperazone dapat diberikan secara terpisah.
Cara Pemberian
Cefratam diberikan melalui injeksi atau infus intravena atau secara intramuskular.
Pasien dengan Gangguan Fungsi Hati
Modifikasi dosis mungkin diperlukan pada kasus obstruksi saluran empedu yang parah, penyakit hati yang berat, atau pada kasus disfungsi ginjal yang bersamaan dengan salah satu kondisi tersebut. Pada pasien dengan disfungsi hati dan disertai gangguan fungsi ginjal, kadar serum cefoperazone harus dipantau dan dosis disesuaikan dengan kebutuhan. Pada kasus ini, dosis cefoperazone tidak boleh melebihi 2 g/hari.
Pasien dengan Gangguan Fungsi Ginjal
Dosis Cefratam harus disesuaikan pada pasien dengan penurunan fungsi ginjal yang bermakna (bersihan kreatinin kurang dari 30 ml/menit) untuk mengkompensasi turunnya bersihan sulbactam. Penyesuaian dosis Cefratam adalah sebagai berikut:
- Bila bersihan kreatinin kurang dari 15 ml/menit, diberikan dosis maksimum sulbactam sebesar 500 mg setiap 12 jam (dosis harian maksimum sulbactam sebesar 1 g).
- Bila bersihan kreatinin antara 15-30 ml/menit, diberikan dosis maksimum sulbactam sebesar 1 g setiap 12 jam (dosis harian maksimum sulbactam sebesar 2 g).
Pada infeksi berat kemungkinan diperlukan tambahan cefoperazone. Profil farmakokinetika sulbactam berubah secara bermakna dengan hemodialisis. Waktu paruh plasma cefoperazone sedikit berkurang selama hemodialisis. Oleh karena itu, pada pasien yang menjalani hemodialisis, dosis harus dijadwalkan mengikuti periode dialisis.