Injeksi Epirubicin HCl 50mg/ 25ml

Ferron Par Pharmaceuticals

Komposisi

Epirubicin HCl50 mg

Tiap Kemasan Berisi

1 vial sebanyak 25 ml

Bentuk Sediaan

injeksi

Bentuk sediaanInjeksi

Rasa

Tidak ada

Klasifikasi W.H.O.

L01D

Tersedia Di

Indonesia

Peringatan

Alkohol

KONSULTASIKAN DENGAN DOKTER ANDASafety of this item for use with alcohol has not been established. Please consult your doctor.

Mesin

PERINGATANThis item may not be safe for use while operating heavy machinery. Use with caution and after consultation with your doctor.

Kehamilan

TIDAK DIREKOMENDASIKANThis item is not safe for use during pregnancy.

Laktasi

TIDAK DIREKOMENDASIKANThis item is not safe for use during lactation.

Indikasi

Penyakit neoplastik
Epirubicin telah menghasilkan respons terapeutik yang signifikan pada berbagai penyakit neoplastik, antara lain:
– Karsinoma payudara
– Karsinoma ovarium
– Small-Cell lung cancer
– Non-Small-Cell lung cancer
– Karsinoma lambung
– Kanker sel transisional kandung kemih
– Sarkoma jaringan lunak dan tulang
– Penyakit limfoma non-Hodgkin dan Hodgkin
Aktivitas antitumor
Epirubicin juga menunjukkan aktivitas antitumor pada tumor berikut:
– Karsinoma esophagus
– Karsinoma hepatoseluler primer
– Karsinoma pankreas
– Karsinoma pada kepala dan leher
– Leukemia akut dan mieloma multiple

Dosis

18 TAHUN KE ATAS
Pemberian secara intravena (IV)
Dosis umumnya dihitung berdasarkan luas permukaan tubuh (mg/m²). Dosis total epirubicin per siklus yang diberikan dapat dibedakan berdasarkan penggunaannya dalam regimen pengobatan yang spesifik (seperti pemberian sebagai obat tunggal atau kombinasi dengan obat sitotoksik lainnya) dan berdasar pada indikasi terapeutik (seperti pada pengobatan kanker payudara dan kanker paru, epirubicin juga digunakan pada dosis yang lebih tinggi dari dosis konvensional). Pemberian epirubicin intravena harus dilakukan dengan hati-hati. Epirubicin direkomendasikan agar diberikan melalui tabung dengan infus IV yang dapat mengalir dengan lancar (larutan natrium klorida 0,9% atau larutan glukosa 5%) selama 3 sampai 5 menit. Teknik ini dimaksudkan untuk mengurangi risiko trombosis dan ekstravasasi perivenous di mana dapat menyebabkan selulitis berat, vesikasi dan nekrosis jaringan. Injeksi secara langsung tidak dianjurkan karena berisiko terjadi ekstravasasi bahkan setelah dilakukan aspirasi dan terdapat darah yang adekuat. Jika terjadi ekstravasasi, pemberian harus segera dihentikan.

Dosis konvensional
Ketika epirubicin digunakan sebagai obat tunggal, dosis yang dianjurkan per siklus pada orang dewasa adalah 60-90 mg/m² dari luas permukaan tubuh Epirubicin harus diinjeksikan secara i.v selama 3-5 menit dan bergantung pada status hematomedullary pasien, dosis harus diulang dengan interval 21 hari.

Dosis tinggi
Kanker paru Epirubicin sebagai obat tunggal untuk pengobatan kanker paru dengan dosis tinggi harus diberikan sesuai dengan regimen berikut ini:
Small cell lung cancer (sebelumnya belum pernah diobati): 120 mg/m² pada hari pertama, setiap 3 minggu.
Non-small cell lung cancer (sel skuamosa besar dan adenokarsinoma, yang sebelumnya belum pernah diobati): 135 mg/m² pada hari pertama atau 45 mg/m² pada hari ke-1, 2, 3 setiap 3 minggu
Epirubicin hydrochloride dapat diberikan secara bolus intravena selama 3-5 menit atau sebagai infus hingga 30 menit.

Dosis yang lebih rendah (60-75 mg/m² untuk dosis konvensional atau 105-120 mg/m² untuk dosis tinggi) direkomendasikan pada pasien dengan gangguan fungsi sumsum tulang belakang akibat kemoterapi atau radioterapi yang sebelumnya, akibat umur, atau infiltrasi neoplastik sumsum tulang. Total dosis per siklus dapat dibagi selama 2-3 hari berturut-turut. Ketika epirubicin digunakan dalam kombinasi dengan obat antitumor lainnya, dosis perlu dikurangi secukupnya.

Pemberian secara intravesikal
Untuk pengobatan tumor kandung kemih superfisial, direkomendasikan terapi 50 mg seminggu sekali selama 8 minggu (dalam 25-50 ml larutan salin). Jika terjadi toksisitas lokal (sistitis karena bahan kimia), disarankan menurunkan dosis sampai 30 mg. Untuk karsinoma-in-situ (tergantung pada toleransi individu tiap pasien) dosis dapat ditingkatkan hingga 80 mg. Epirubicin tidak seharusnya digunakan dalam pengobatan tumor invasif yang telah berpenetrasi pada dinding kandung kemih dimana terapi sistemik atau operasi lebih tepat. Untuk profilaksis dari tumor superfisial yang muncul kembali setelah reseksi transuretral, direkomendasikan terapi 50 mg, seminggu sekali selama 4 minggu diikuti dengan pemberian sebulan sekali selama 11 bulan pada dosis yang sama. Secara umum, larutan injeksi harus dipertahankan berada di kandung kemih selama 1 jam dan selama pemberian, pelvis pasien harus diputar untuk memastikan kontak larutan dengan mukosa vesikal merata dan menyeluruh. Untuk menghindari pencampuran dengan urin, pasien harus diinstruksikan untuk tidak meminum air dalam waktu 12 jam sebelum pemberian.