Jarum Suntik Pra-Diisi Nesp 30 mcg/0.5ml

Dipasarkan oleh Dexa Medica

Komposisi

Darbepoetin alfa30 mcg

Tiap Kemasan Berisi

1 jarum suntik sebanyak 0.5 ml

Bentuk Sediaan

jarum suntik pra-diisi

Bentuk sediaanJarum suntik; pra-diisi

Rasa

Tidak ada

Klasifikasi W.H.O.

B03X

Tersedia Di

Indonesia

Peringatan

Alkohol

KONSULTASIKAN DENGAN DOKTER ANDASafety of this item for use with alcohol has not been established. Please consult your doctor.

Mesin

AMAN JIKA DIRESEPKANThis item is safe for use while operating heavy machinery.

Kehamilan

TIDAK DIREKOMENDASIKANThis item is not safe for use during pregnancy.

Laktasi

TIDAK DIREKOMENDASIKANThis item is not safe for use during lactation.

Indikasi

Anemia yang berhubungan dengan penyakit ginjal kronik
pada pasien dengan hemodialisis atau tanpa dialisis.

Dosis

SAMPAI USIA 18 TAHUN
Keamanan NESP pada bayi dengan berat lahir rendah, neonatus, bayi menyusui, bayi dan anak-anak belum ditentukan.

18 TAHUN KE ATAS
Pasien hemodialisis
— Dosis awal:
Dosis umum NESP pada pasien dewasa yaitu 20 µg sebagai darbepoetin alfa (rekombinasi genetik), diberikan sebagai injeksi intravena tunggal satu kali seminggu.

— Dosis awal pada peralihan dari sediaan erythropoietin (epoetin alfa (rekombinasi genetik), epoetin beta (rekombinasi genetik), dll):
Dosis umum NESP pada pasien dewasa yaitu 15–60 µg sebagai darbepoetin alfa (rekombinasi genetik), diberikan sebagai injeksi intravena tunggal satu kali seminggu.

— Dosis pemeliharaan:
Ketika perbaikan anemia telah tercapai, dosis umum NESP pada pasien dewasa yaitu 15–60 µg sebagai darbepoetin alfa (rekombinasi genetik), diberikan sebagai injeksi intravena tunggal satu kali seminggu. Jika menurunnya gejala anemia dapat dijaga dengan injeksi satu kali dalam seminggu, frekuensi penggunaan dapat diubah menjadi satu kali setiap dua minggu dengan dosis awal yang diatur menjadi dua kali lipat dari dosis injeksi satu kali seminggu. Pada kasus ini, dosis umum pada pasien dewasa yaitu 30–120 µg diberikan sebagai injeksi intravena tunggal satu kali setiap dua minggu.

Pada semua kasus, dosis harus disesuaikan dengan melihat derajat dari gejala–gejala anemia dan usia pasien, dan tidak boleh melebihi 180 µg sebagai injeksi tunggal.

Terapi dimulai pada saat kadar hemoglobin kurang dari 10 g/dl. Jika kadar hemoglobin mencapai atau melebihi 11 g/dl, kurangi atau hentikan dosis darbepoetin alfa (rekombinasi genetik).

________

Pasien dengan penyakit ginjal kronik yang tidak menjalani dialisis
— Dosis awal:
Dosis umum NESP pada pasien dewasa yaitu 30 µg sebagai darbepoetin alfa (rekombinasi genetik), diberikan sebagai injeksi tunggal satu kali setiap dua minggu secara subkutan atau intravena.

— Dosis awal pada peralihan dari sediaan erythropoietin (epoetin alfa (rekombinasi genetik), epoetin beta (rekombinasi genetik), dll):
Dosis umum NESP pada pasien dewasa yaitu 30–120 µg sebagai darbepoetin alfa (rekombinasi genetik), diberikan sebagai injeksi tunggal satu kali setiap dua minggu secara subkutan atau intravena.

— Dosis pemeliharaan:
Ketika perbaikan anemia telah tercapai, dosis umum NESP pada pasien dewasa yaitu 30–120 µg sebagai darbepoetin alfa (rekombinasi genetik), diberikan sebagai injeksi tunggal satu kali setiap dua minggu secara subkutan atau intravena. Jika menurunnya gejala anemia dapat dijaga dengan injeksi satu kali setiap dua minggu, frekuensi penggunaan dapat diubah menjadi satu kali setiap empat minggu dengan dosis awal yang diatur menjadi dua kali lipat dari dosis injeksi satu kali setiap dua minggu. Pada kasus ini, dosis umum pada pasien dewasa yaitu 60–180 µg diberikan sebagai injeksi tunggal satu kali setiap empat minggu secara subkutan atau intravena.

Pada semua kasus, dosis harus disesuaikan dengan melihat derajat dari gejala–gejala anemia dan usia pasien, dan tidak boleh melebihi 180 µg sebagai injeksi tunggal.

Pertimbangkan untuk memulai terapi darbepoetin alfa hanya jika kadar hemoglobin kurang dari 10 g/dl dengan pertimbangan berikut:
(1) tingkat penurunan hemoglobin mengindikasikan kemungkinan terhadap kebutuhan transfusi sel darah merah
dan
(2) bertujuan untuk mengurangi risiko alloimmunization dan/atau risiko yang terkait transfusi sel darah merah lainnya.

Jika kadar hemoglobin melebihi 10 g/dl, kurangi atau hentikan dosis darbepoetin alfa, dan gunakan dosis terendah darbepoetin alfa yang cukup untuk menurunkan kebutuhan transfusi sel darah merah.

PASIEN LANJUT USIA
Ketika NESP digunakan pada pasien lanjut usia, parameter-parameter seperti tekanan darah, konsentrasi hemoglobin dan kadar hematokrit harus secara sering diukur sehingga dosis dan frekuensi penggunaan dapat disesuaikan secara tepat. Pasien lanjut usia secara umum mengalami penurunan fungsi fisiologis dan cenderung memiliki komplikasi kardiovaskular seperti hipertensi.