{"id":66918,"date":"2026-09-22T09:57:52","date_gmt":"2026-09-22T02:57:52","guid":{"rendered":"https:\/\/www.dexagroup.com\/inlacin-proves-quality-of-scientific-phytopharmaceuticals-for-pmos-management\/"},"modified":"2026-09-28T10:02:33","modified_gmt":"2026-09-28T03:02:33","slug":"inlacin-proves-quality-of-scientific-phytopharmaceuticals-for-pmos-management","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.dexagroup.com\/id\/inlacin-proves-quality-of-scientific-phytopharmaceuticals-for-pmos-management\/","title":{"rendered":"Inlacin\u00ae Bukti Kualitas Fitofarmaka Saintifik untuk Tata Laksana PMOS"},"content":{"rendered":"<p><strong>JAKARTA<\/strong> &#8211; Secara global, kondisi yang selama ini dikenal sebagai polycystic ovary syndrome (PCOS) diperkirakan memengaruhi lebih dari 170 juta perempuan, atau sekitar satu dari delapan perempuan usia reproduktif. Besarnya prevalensi dan luasnya dampak kondisi ini mendasari konsensus global yang dipublikasikan dalam The Lancet pada 2026 untuk mengusulkan perubahan nama PCOS menjadi polyendocrine metabolic ovarian syndrome (PMOS). Nomenklatur tersebut dinilai lebih mencerminkan karakter penyakit sebagai gangguan multisistem yang melibatkan aspek reproduksi, endokrin, metabolik, dan psikologis.<\/p>\n<p>Pemahaman baru ini menegaskan bahwa penanganannya harus mempertimbangkan kondisi pasien secara menyeluruh, termasuk aspek endokrin dan metabolik yang mendasari resistensi insulin. Business Development and Scientific Affairs Director PT Dexa Medica sekaligus Direktur Eksekutif Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS), Prof. Raymond Tjandrawinata, PhD, JSD, LLM, FRSPH, menegaskan pentingnya pendekatan terapi integratif. &#8220;Semakin banyak bukti ilmiah menunjukkan bahwa resistensi insulin merupakan faktor utama yang memengaruhi perjalanan penyakit. Karena itu, pendekatan terapi perlu melihat pasien secara menyeluruh, termasuk memperbaiki aspek metaboliknya,&#8221; ujar Prof. Raymond.<\/p>\n<p>Sebagai bagian dari kontribusi terhadap pengembangan terapi berbasis bukti ilmiah, Dexa Group melalui Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences (DLBS) mengembangkan Inlacin, satu-satunya fitofarmaka antidiabetes di Indonesia yang dikembangkan melalui pendekatan evidence-based herbal medicine.<\/p>\n<p>Inlacin berasal dari kombinasi ekstrak kulit batang kayu manis (Cinnamomum burmannii) dan daun bungur (Lagerstroemia speciosa), yang telah melalui penelitian praklinik dan uji klinik sesuai standar pengembangan obat modern.<\/p>\n<p>Selain digunakan sebagai kombinasi terapi pada pasien diabetes melitus tipe 2, penelitian terbaru menunjukkan manfaat Inlacin pada pasien PCOS dengan resistansi insulin.<\/p>\n<p>Pada 2013\u20132017, Dexa Group melakukan uji klinik terhadap pasien PCOS dengan resistansi insulin. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan Inlacin mampu memperbaiki homeostatic model assessment of insulin resistance (HOMA-IR) sebesar 24%, yang mencerminkan peningkatan sensitivitas insulin. Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam dua jurnal ilmiah internasional bereputasi.<\/p>\n<p>Menurut Prof. Raymond, hasil tersebut memperkuat posisi Inlacin sebagai alternatif terapi berbasis fitofarmaka untuk mendukung tata laksana pasien PCOS dengan resistansi insulin, dengan profil tolerabilitas yang baik dan efek samping gastrointestinal yang lebih minimal dibandingkan metformin extended-release (metformin-XR).<\/p>\n<p>&#8220;Kami mengembangkan Inlacin berdasarkan kebutuhan klinis akan terapi yang tidak hanya efektif memperbaiki sensitivitas insulin, tetapi juga memiliki profil keamanan dan tolerabilitas yang baik,\u00a0 sehingga dapat menjadi pilihan bagi pasien tertentu sesuai pertimbangan dokter. Seluruh pengembangannya dilakukan melalui pendekatan evidence-based herbal medicine,&#8221; jelas Prof. Raymond.<\/p>\n<p><strong>Pengakuan Medis dan Regional<\/strong><\/p>\n<p>Head of Marketing PT Dexa Medica, Ibu Jenny Octavia, menekankan bahwa Inlacin\u00ae saat ini telah memantapkan posisinya sebagai instrumen terapi kombinasi yang diandalkan oleh para klinisi spesialis.<\/p>\n<p>&#8220;Kami mengembangkan Inlacin berdasarkan kebutuhan klinis akan terapi yang tidak hanya efektif memperbaiki sensitivitas insulin, tetapi juga memiliki profil keamanan dan tolerabilitas yang baik, sehingga dapat menjadi pilihan bagi pasien tertentu sesuai pertimbangan dokter. Seluruh pengembangannya dilakukan melalui pendekatan evidence-based herbal medicine,&#8221; jelas Prof. Raymond.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Ibu Jenny Octavia menguraikan bahwa Inlacin merupakan satu-satunya sediaan fitofarmaka antidiabetes di Tanah Air yang diintegrasikan oleh para ahli fertilitas, endokrinologi, serta reproduksi dalam protokol terapi kombinasi guna menangani pasien PMOS\/PCOS yang disertai manifestasi resistensi insulin.<\/p>\n<p>&#8220;Hingga kini, Inlacin telah dipercaya dan diresepkan oleh lebih dari 60% praktisi medis di bidang fertilitas dan endokrinologi reproduksi. Komitmen kami ke depan adalah memperluas jangkauan edukasi medis agar semakin banyak pasien yang terbantu melalui intervensi terapi yang presisi dan relevan dengan kondisi klinisnya,&#8221; ungkap Ibu Jenny dalam simposium &#8220;Optimizing PMOS Management&#8221; di Jakarta.<\/p>\n<p>Keberhasilan inovasi fitofarmaka ini juga mulai bergaung di level regional. Penerimaan serta penggunaan Inlacin oleh para dokter di Filipina dan Kamboja semakin memperkokoh rekognisi global terhadap keunggulan riset biomolekuler Indonesia yang berbasis pada pembuktian ilmiah yang rigid. Perjalanan tangguh sebuah produk Obat Modern Alami Integratif yang menjadi bukti inovasi yang adaptif dan semangat untuk terus bertumbuh.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>JAKARTA &#8211; Secara global, kondisi yang selama ini dikenal sebagai polycystic ovary syndrome (PCOS) diperkirakan memengaruhi lebih dari 170 juta perempuan, atau sekitar satu dari delapan perempuan usia reproduktif. Besarnya prevalensi dan luasnya dampak kondisi ini mendasari konsensus global yang dipublikasikan dalam The Lancet pada 2026 untuk mengusulkan perubahan nama PCOS menjadi polyendocrine metabolic ovarian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":66916,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"_et_pb_use_builder":"","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","inline_featured_image":false,"footnotes":""},"categories":[1862],"tags":[2056],"class_list":["post-66918","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita","tag-indonesia-id"],"acf":[],"publishpress_future_action":{"enabled":false,"date":"2026-10-06 06:47:03","action":"change-status","newStatus":"draft","terms":[],"taxonomy":"category","extraData":[]},"publishpress_future_workflow_manual_trigger":{"enabledWorkflows":[]},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.dexagroup.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66918","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.dexagroup.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.dexagroup.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dexagroup.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dexagroup.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=66918"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.dexagroup.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66918\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":66919,"href":"https:\/\/www.dexagroup.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/66918\/revisions\/66919"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dexagroup.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/66916"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.dexagroup.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=66918"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dexagroup.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=66918"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.dexagroup.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=66918"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}