JAKARTA — Indonesia mencatat 474.083 kasus baru dan 283.299 kematian akibat kanker, berdasarkan data Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) tahun 2024. Kondisi ini menegaskan peran Ferron Par Pharmaceuticals untuk memperluas dukungan bagi pasien kanker, dengan menghadirkan akses obat hingga memperkuat fasilitas yang menunjang layanan kemoterapi melalui penyediaan Tempat Penyiapan Obat (TPO) Sitostatika di lebih dari 10 rumah sakit di Indonesia, termasuk merenovasi TPO Sitostatika di RSUD Dr. H. Abdoel Moeloek Provinsi Lampung yang baru dilaksanakan pada tahun 2026.

TPO Sitostatika merupakan ruang khusus untuk meracik obat sitostatika menjadi sediaan infus sebelum diberikan kepada pasien yang menjalani kemoterapi. Kontribusi Ferron adalah merenovasi TPO yang ada di rumah sakit sehingga memenuhi persyaratan regulasi medis yang ketat.

Dukungan terhadap fasilitas tersebut melengkapi kontribusi Ferron dalam memperluas akses pengobatan kanker di Indonesia. Produk onkologi Ferron saat ini telah menjangkau lebih dari 1.200 rumah sakit di seluruh Indonesia dan mendukung sekitar 32 persen kebutuhan obat kanker untuk program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Commercial Director PT Ferron Par Pharmaceuticals, Bapak Johannes Suthya mengatakan, dukungan terhadap pasien kanker perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya melalui penyediaan obat, tetapi juga dengan mendukung fasilitas yang menunjang proses pelayanan. Adapun rumah sakit yang menjadi sasaran dalam mendukung TPO Onkologi di antaranya RS dr. Arifin Achmad di Pekanbaru-Riau, RS dr. M. Hoesin di Palembang-Sumatera Selatan, RS dr. Saiful Anwar, Kota Malang-Jawa Timur, RS dr. Moewardi, Surakarta-Jawa Tengah, RS dr. M Djamil, Padang-Sumatera Barat, RS dr. Soebandi, Jember-Jawa Timur, RS dr. Soetomo, Surabaya-Jawa Timur, RS dr. Kandou, Manado-Sulawesi Utara, RS dr. Wahidin, Makassar-Sulawesi Selatan.

“Dengan produk onkologi Ferron yang telah menjangkau lebih dari 1.200 rumah sakit, kami ingin memperluas kontribusi dengan mendukung kesiapan fasilitas pelayanan kanker. Salah satunya melalui renovasi TPO Sitostatika di RSUD Dr. H. Abdoel Moeloek, kami berharap dapat memberikan manfaat bagi tenaga kesehatan dan mendukung pasien memperoleh layanan kemoterapi dengan fasilitas yang memadai,” ujar Bapak Johannes.

TPO Sitostatika memiliki persyaratan khusus yang berbeda dengan ruang pencampuran obat aseptis pada umumnya. Ruang tersebut dirancang untuk mendukung kualitas proses peracikan obat sitostatika sekaligus memperhatikan keselamatan tenaga kesehatan yang melakukan proses penyiapan obat. Beberapa rumah sakit yang menjadi sasaran

Renovasi TPO Sitostatika di RSUD Dr. H. Abdoel Moeloek mencakup sejumlah aspek teknis sesuai persyaratan fasilitas, antara lain penggunaan sandwich panel pada dinding dan langit-langit, lantai berlapis vinyl dengan antibacterial.

Keberadaan TPO Sitostatika menjadi kebutuhan bagi rumah sakit yang memberikan layanan kemoterapi. Pemenuhan persyaratan ruang racik juga menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam penilaian fasilitas kesehatan dan proses akreditasi rumah sakit.

Ferron telah memberikan dukungan renovasi TPO Sitostatika di sejumlah rumah sakit sejak tahun 2017. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk turut memperkuat ekosistem pelayanan kanker di berbagai wilayah Indonesia.

“Bagi kami, kontribusi di bidang onkologi selain menyediakan obat, juga bagaimana kami memperkuat ekosistem yang mendukung perjalanan pengobatan pasien. Setiap dukungan diharapkan memberikan nilai tambah bagi rumah sakit, tenaga kesehatan, dan terutama pasien kanker serta keluarganya,” lanjut Bapak Johannes.

Melalui obat dan layanan kesehatan onkologi, Dexa Group terus berupaya menghadirkan kontribusi nyata bagi kesehatan masyarakat. Langkah ini menjadi bagian dari perjalanan yang tangguh menghadapi tantangan, adaptif menjawab kebutuhan masyarakat, dan terus bertumbuh dalam memberikan manfaat bagi pasien serta ekosistem layanan kesehatan Indonesia.