Profenol
Indikasi
- Menurunkan demam pada anak-anak.
- Meringankan nyeri ringan sampai sedang antara lain nyeri pada penyakit gigi atau pencabutan gigi, sakit kepala, nyeri setelah operasi, nyeri pada kondisi reumatik tulang dan sendi, nyeri yang berkaitan dengan terkilir.
Komposisi
Tiap 5 ml mengandung Ibuprofen 100 mg.
Kemasan
Bentuk Sediaan
Rasa
Klasifikasi ATC
Perhatian
Perhatian umum
Efek yang tidak diinginkan dapat diminimalkan dengan menggunakan dosis efektif terendah untuk durasi tersingkat yang diperlukan untuk mengontrol gejala (lihat Dosis dan cara pemberian dan Risiko gastrointestinal dan kardiovaskular). Seperti OAINS lainnya, ibuprofen dapat meutupi tanda-tanda infeksi.
Pada penggunaan obat penghilang rasa sakit apa pun yang berkepanjangan, dapat terjadi sakit kepala yang tidak harus diobati dengan peningkatan dosis obat.
Melalui konsumsi bersama dengan alkohol, efek yang tidak diinginkan terkait zat aktif, terutama yang berkaitan dengan saluran gastrointestinal atau sistem saraf pusat, dapat meningkat pada penggunaan OAINS.
Populasi lanjut usia
Pasien lanjut usia mengalami peningkatan frekuensi efek samping OAINS, terutama perdarahan dan perforasi gastrointestinal, yang dapat berakibat fatal.
Efek kardiovaskular
Perhatian (diskusi dengan dokter atau apoteker) dibutuhkan sebelum memulai pengobatan pada pasien dengan riwayat hipertensi dan/atau gagal jantung karena retensi cairan dan edema telah dilaporkan berhubungan dengan terapi OAINS.
Penggunaan ibuprofen, terutama pada dosis tinggi (2.400 mg sehari) dan dalam pengobatan jangka panjang dapat dikaitkan dengan sedikit peningkatan risiko kejadian trombotik arteri (misalnya, infark miokardium atau strok). Secara keseluruhan, ibuprofen dosis rendah (misalnya, ≤1.200 mg sehari) tidak berkaitan dengan peningkatan risiko kejadian infark miokardium. Pasien dengan hipertensi yang tidak terkontrol, gagal jantung kongestif, penyakit jantung iskemik tetap, penyakit arteri perifer, dan/atau penyakit serebrovaskular hanya boleh diobati dengan ibuprofen setelah pertimbangan hati-hati. Pertimbangan serupa juga harus dibuat sebelum memulai pengobatan jangka yang lebih panjang pada pasien dengan faktor-faktor risiko kejadian kardiovaskular (misalnya, hipertensi, hiperlipidemia, diabetes melitus, dan merokok).
Perdarahan, ulserasi, dan perforasi gastrointestinal
Ibuprofen harus diberikan dengan hati-hati pada pasien dengan riwayat ulserasi peptikum dan penyakit gastrointestinal lainnya karena kondisi mereka dapat memburuk.
Perdarahan, ulserasi, atau perforasi gastrointestinal telah dilaporkan terjadi dengan semua OAINS setiap saat selama pengobatan, dengan atau tanpa gejala peringatan, atau riwayat kejadian gastrointestinal serius sebelumnya.
Efek ginjal
Harus berhati-hati pada pasien yang mengalami dehidrasi terutama anak-anak, remaja, dan pasien lanjut usia karena terdapat risiko gangguan fungsi ginjal.
Diperlukan kehati-hatian pada pasien dengan hipertensi, gangguan fungsi hati, dan/atau jantung, karena fungsi ginjal dapat menurun. Dosis harus dijaga serendah mungkin dan fungsi ginjal harus dimonitor pada pasien-pasien ini.
Gangguan pernapasan
Perlu berhati-hati apabila ibuprofen diberikan pada pasien yang menderita, atau dengan riwayat, asma bronkial, karena OAINS telah dilaporkan menyebabkan bronkospasme pada pasien-pasien tersebut.
Efek dermatologi
Reaksi kulit yang berat, beberapa berakibat fatal, seperti dermatitis eksfoliativa, sindrom Stevens-Johnson, dan nekrolisis epidermal toksik, sangat jarang dilaporkan terkait dengan penggunaan OAINS. Risiko terjadinya reaksi-reaksi tersebut paling tinggi pada awal terapi, sebagian besar kasus terjadi dalam bulan pertama. Pengobatan dengan ibuprofen harus dihentikan pada tanda-tanda pertama ruam kulit, kerusakan mukosa, atau tanda-tanda hipersensitivitas lainnya.
Reaksi alergi
Reaksi hipersensitivitas akut yang berat (misalnya syok anafilaktik) sangat jarang terjadi. Pada tanda-tanda pertama reaksi hipersensitivitas setelah mengonsumsi/menggunakan ibuprofen, terapi harus dihentikan. Tindakan yang diperlukan secara medis, sesuai dengan gejala-gejalanya, harus dimulai oleh personel spesialis.
Efek hematologi
Ibuprofen, seperti OAINS lainnya, dapat menghambat agregasi platelet dan memperpanjang waktu perdarahan pada orang normal.
Meningitis aseptik
Meningitis aseptik telah diamati dalam kejadian langka pada pasien dengan terapi ibuprofen. Meskipun meningitis aseptik lebih mungkin terjadi pada pasien dengan lupus eritematosus sistemik dan penyakit jaringan ikat terkait, namun meningitis aseptik pernah dilaporkan pada pasien yang tidak memiliki penyakit kronis yang mendasari.
Informasi terkait bahan tambahan
Suspensi PROFENOL mengandung sorbitol 1.000 mg dalam tiap dosis 5 ml. Pasien dengan intoleransi fruktosa herediter tidak boleh mengonsumsi produk obat ini. Sorbitol dapat menimbulkan ketidaknyamanan pada gastrointestinal dan efek laksatif ringan.
Dosis
Dosis yang direkomendasikan untuk:
Dewasa
Untuk meringankan nyeri: 3 hingga 4 kali, 10 ml sehari.
Anak-anak
Untuk meringankan demam dan nyeri:
- Usia 1 hingga 2 tahun: 2,5 ml, 3 hingga 4 kali sehari.
- Usia 3 hingga 7 tahun: 5 ml, 3 hingga 4 kali sehari.
- Usia 8 hingga 12 tahun: 10 ml, 3 hingga 4 kali sehari.








